Disebut Menteri Sosial, Sosok Barlian Kakanim Surabaya Dianggap Terlalu Baik

Advertisement
Advertisement

SURABAYA – Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus (Kakanimsus) TPI Surabaya Barlian sangat dikenal sebagai sosok pemimpin yang memiliki sifat religius, rendah hati dan sifat mengayomi kepada seluruh jajarannya.

Seperti yang disampaikan oleh Sekretarisnya Tri Retno Handayani, ketika ditemui di Kanim Surabaya, Jumat (29/11/19).

“Daddy (sapaan akrab Barlian) itu sudah seperti Bapak kita sendiri, jadi kita kerja tiap hari itu sudah seperti keluarga, karena Daddy sering memberikan nasehat kepada kita layaknya orang tua yang menasehati anak-anaknya,” kata Tri Retno.

Menurut Tri Retno, selama memimpin Kanimsus Surabaya, Barlian memiliki cara memimpin yang berbeda dengan pejabat sebelumnya.

Related Articles

“Daddy itu beda dengan pemimpin yang lain, karena beliau itu menganggap semua pegawai sudah seperti keluarganya sendiri. Setiap ada yang melakukan kesalahan, Daddy tidak pernah marah-marah, melainkan memberikan arahan dan nasehat agar kedepan kesalahan yang dilakukan tidak diulang kembali, dan cara memimpin seperti ini yang membuat kita sangat mengagumi beliau,” ujarnya.

Tri Retno juga mencontohkan keseharian Barlian ketika berada di Kantor, seperti selalu Sholat tepat waktu ketika adzan berkumandang, dan tidak mau makan jika tidak bersama dengan jajaran sekretaris pribadinya.

“Daddy sangat rajin Sholatnya, dan yang paling berkesan itu, Daddy tidak mau makan, baik itu makan pagi, siang, sore jika tidak bersama-sama dengan kami. Pernah suatu ketika beliau dibelikan makanan sendiri, eh ternyata beneran makanan itu tidak disentuh sama sekali sama beliau, pokoknya beliau itu maunya makan bareng-bareng sama kita semua,” terang Tri Retno.

Sementara, hal yang sama juga diungkapkan oleh Harjuno Herlambang yang keseharianya bertugas sebagai ajudan (ADC) Kepala Kanimsus Surabaya.

Menurut Jojo sapaan akrabnya, selama menjadi ADC, dirinya tidak pernah melihat sifat diktator yang ditunjukkan oleh Barlian.

Advertisement

Karena Barlian menurut Jojo, dalam mengambil keputusan yang akan diterapkan dalam meningkatkan kinerja layanan kepada masyarakat, Barlian selalu meminta pertimbangan kepada anggotanya yang memang berkompeten.

“Sebagai Kepala Kantor, Bapak tidak pernah merasa diktator, juga tidak pernah selalu minta dihormati, karena beliau menganggap kami semua ini adalah keluarganya. Apalagi dalam mengambil keputusan, beliau selalu meminta saran kepada anggota yang memang berkompeten agar pelayanan di Kanimsus Surabaya dapat lebih baik lagi,” kata Jojo.

Di mata Jojo, Barlian merupakan sosok pemimpin yang agamis, bagaimana tidak, sesibuk apapun dalam menjalankan tugas dan selelah apapun Barlian tidak pernah meninggalkan kewajiban Sholat lima waktu.

“Bapak itu sholatnya bagus, mau sesibuk apapun ketika mendengar adzan, beliau langsung menuju ke Mushola, mau pulang malam jam berapapun beliau selalu bangun jam setengah empat pagi untuk menjalankan sholat Subuh. Bahkan Bapak pernah berkata kepada saya, kalau kamu tidak mau sholat, ndak usah kerja sama saya,” ungkap Jojo.

Ditambahkan Jojo, karena sifat rendah hati yang dimiliki Barlian sebagai Kepala Kantor Imigrasi Surabaya, seluruh pegawai Kantor Imigrasi Surabaya memberikan julukan Menteri Sosial kepada Barlian.

Hal itu dikarenakan Barlian yang terlalu baik dimata seluruh pegawai Kantor Imigrasi Surabaya.

Dengan gaya kepemimipinanya yang lebih mengutamakan kekeluargaan, maka memang tidak salah jika seluruh pegawai Kantor Imigrasi Surabaya sangat bangga memiliki Kepala Kantor seperti Barlian.

“Karena terlalu baiknya, beliau itu kami juluki Menteri Sosial, karena ya itu orangnya memang benar-benar baik dan merangkul seluruh pegawai Kanim Surabaya,” ujar Jojo. (Tri)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button