Rutan Gresik Cegah Penyakit TBC dengan Inovasi Bang Napi Better

GRESIK – Pada tahun 2021, kasus TBC di Indonesia sudah mengalami penurunan sekitar 70%, meski demikian jumlah riil dari kasus TBC diperkirakan jauh lebih banyak dari pada yang ditemukan dan diobati, serta muncul tantangan baru lainnya sehingga memacu untuk terus berinovasi dalam pengendalian TBC ini.

Selain itu, tidak hanya di kalangan masyarakat saja penyakit TBC menjadi perhatian, tetapi di kalangan warga binaan Lapas/Rutan juga harus menjadi perhatian, apalagi kondisi Lapas dan Rutan melebihi kapasitas dengan minimnya sarana dan prasana serta sanitasi yang kurang memadai sehingga menjadi penyebab rentannya penularan penyakit TBC.

Maka dari itu, untuk mencegah terjadinya penularan TBC yang masiv, Rutan Gresik berakselerasi dengan menggagas sebuah inovasi bernama Bang Napi Better.

Terkait cara kerja inovasi ini yaitu Screening awal yang dilakukan kepala kamar (Palkam) kepada anggota kamar yang terindikasi mengalami gejala TBC, tetapi sebelumnya palkam sudah diberi penyuluhan dan edukasi mengenai ciri-ciri penyakit TBC.

Karutan Gresik, Aris Sakuriyadi mengatakan bahwa, penyebaran penyakit TBC merupakan hal yang tidak boleh lepas dari pengamatan kita semua.

“Oleh karena itu setelah dilakukan Screening mandiri oleh Palkam ini, akan segera kami tindak lanjuti,” ujar Aris, Selasa (31/5).

Aris juga mendukung jajarannya dalam berinovasi demi kemajuan organisasinya.

“Dengan munculnya inovasi Bang Napi Better ini, Saya berharap penyakit TBC di dalam Lapas/Rutan dapat ditekan penyebarannya,” pungkasnya. (red)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button