Sekda Kunjungi Sarana Asimilasi dan Edukasi Lapas Nunukan

Advertisement
Advertisement

NUNUKAN – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Serfianus mengunjungi Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Kelas IIB Nunukan, di kawasan Bukit Aren, Jalan Sei Jepun, Kecamatan Nunukan Selatan, pada Jumat (25/3).

Dalam kunjungan tersebut, Sekda didampingi oleh Kalapas Nunukan I Wayan Nurasta Wibawa, Kadis Dikbud Nunukan Akhmad, dan Camat Nunukan Selatan Bau Syahril.

Sekda Nunukan, Serfianus menjelaskan bahwa, kunjungan kali ini, terkait pengembangan SAE Lapas Nunukan menjadi agro pertanian, peternakan, perkebunan dan agro wisata.

Serfianus berharap SAE Lapas Nunukan dapat menjadi salah satu ikon wisata yang ada di Kabupaten Nunukan.

Related Articles

“Kami mengapresiasi dan mendukung pengembangan SAE Lapas Nunukan sesuai rencana,” kata Serfianus.

Sementara itu, Kadis Dikbud Akhmad berjanji akan memperhatikan kebutuhan pendidikan warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lapas Nunukan, mengingat dari data WBP yang ada menunjukan angka yang sangat tinggi terkait kekurangan pendidikan.

“Banyak WBP yang tidak tamat SMA, SMP bahkan SD. Untuk pendidikan WBP yang tergolong usia anak-anak akan mendapatkan prioritas,” ujar Akhmad.

Kalapas Nunukan menyambut baik kunjungan Sekda dan Kadis Dikbud Nunukan tersebut. Wayan berharap semoga hak-hak WBP dibidang pendidikan dan lain-lain bisa terpenuhi dengan baik.

Advertisement

“Tentunya kerjasama dan dukungan dari Pemda dan masyarakat sangat kami butuhkan,” ucap Wayan.

Terkait pengembangan SAE Lapas Nunukan, Wayan menjelaskan sedang bekerja keras untuk mewujudkan SAE Lapas Nunukan dapat berjalan dengan baik dan lancar, yang pada akhirnya nanti dapat menjadi sarana bagi WBP untuk belajar, serta masyarakat sekitarnya.

“Rencananya SAE ini akan kami launching sebelum Hari Bakti Pemasyarakatan pada 27 April mendatang. SAE ini jadi tempat asimilasi warga binaan Lapas Nunukan. Karena di kawasan Bukit Aren ini ada agro wisata, agro pertanian, agro peternakan, dan agro perkebunan,” jelas Wayan.

Wayan menambahkan, lahan SAE yang dikelola ini seluas 6,6 hektar. Dari pintu masuk kawasan bukit aren, pengunjung dapat melihat hamparan sayuran yang ditanam oleh para warga binaan.

“Di atas lahan 10 hektar yang masih berstatus pinjam pakai, ditanami kelapa sawit. Tiap bulannya warga binaan bisa memanen hingga 3.000 ton. Untuk agro peternakan, kami punya 5 ekor sapi. Rencana akan beternak ayam, kandang sudah ada,” tambahnya.

Wayan berharap semakin banyak kegiatan di SAE ini, akan semakin banyak edukasi yang diperoleh warga binaan. Karena Lapas bukan hanya sekedar menjadi tempat hukuman, tetapi sisi lainnya adalah tempat rehabilitasi dan reintegrasi sosial.

“Program pembinaan yang kami berikan kepada WBP ada dua yakni pembinaan kepribadian dan kemandirian. Para WBP kami berikan ilmu pengetahuan agar setelah bebas, mereka bisa terapkan di tengah masyarakat, dan bahkan bisa menjadi bekal mereka untuk bekerja saat bebas,” pungkas Wayan. (*)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button