Selama Bulan Ramadhan, Lapas Nunukan Gelar Pesantren Kilat

Advertisement
Advertisement

NUNUKAN – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Nunukan menggelar kegiatan Pesantren Ramadhan selama bulan suci Ramadhan 1443 H yang diikuti oleh 250 orang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Kegiatan yang dibuka pada Sabtu (02/04) sore tadi, di Masjid At Taubah Lapas Nunukan. Kegiatan yang akan berlangsung selama 3 minggu kedepan ini dibuka langsung oleh Kalapas Nunukan, I Wayan Nurasta Wibawa.

Kegiatan pesantren ramadhan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembinaan bagi WBP di Lapas Nunukan, khususnya warga binaan yang beragama Islam serta memperkuat iman dan taqwa WBP yang nantinya sebagai bekal untuk berkecimpung kembali ke tengah masyarakat.

Dalam sambutannya, Wayan menyampaikan, kegiatan pesantren ramadhan merupakan hasil kerjasama Lapas Nunukan dengan Kantor Kementerian Agama (kemenag) Kabupaten Nunukan.

Related Articles

“Setiap hari, selama kegiatan pesantren ramadhan kita akan ditemani pembimbing dari Kantor Kemenag Nunukan. Saya harap seluruh  peserta dapat fokus mengikuti kegiatan ini. Saya mengapresiasi seluruh peserta pesantren ramadhan yang dengan setulus hati mengikuti kegiatan ini,” kata Wayan.

“Berbagai program pembinaan kerohanian telah dirancang oleh Lapas Nunukan sehingga WBP bisa fokus untuk melaksanakan ibadah di bulan ramadhan. Saya berharap dengan adanya pesantren ramadhan ini dapat menjadi bekal selama menjalani pidana di Lapas maupun saat bebas nanti,” tambahnya.

Advertisement

Wayan menjelaskan, banyak sekali kegiatan yang dilakukan disini, dari pagi hingga sore hari, mulai giat sholat dhuha, sholat berjama’ah, belajar iqro’, tajwid, tauhid, fiqih, hadis, hingga lomba-lomba keagamaan saat penutupan kegiatan.

“Manfaatkan momentum baik ini untuk lebih memperdalam ilmu agama dan memperbanyak ibadah,” ujarnya.

Dengan mengikuti pesantren ramadhan ini, diharapkan warga binaan yang sebelumnya tidak bisa mengaji dapat belajar ngaji walau ditempuh dengan sangat singkat 3 minggu kedepan.

Wayan juga berharap dengan adanya pesantren ramadhan ini dapat menjadi bekal selama menjalani pidana di lapas maupun saat bebas nanti.

“Ramadhan meskipun masih dalam situasi pandemi Covid-19 tetapi kita harus tetap bisa semangat dalam melaksanakan berbagai kegiatan baik ini dengan catatan protokol kesehatan tetap kita terapkan,” tandas Wayan. (*)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button