Subdit Jatanras Polda Jatim, Ringkus Pelaku Penyelundupan Kendaraan Ke Timor Leste

Surabaya – Subdit III Jatanras Direskrimum Polda Jatim berhasil mengungkap kasus ekspor kendaraan bermotor curian dari Surabaya Jawa Timur menuju Timor Leste.

Dari hasil pengungkapan kasus tersebut, polisi berhasil mengamankan 5 orang tersangka diantaranya AP (35th), warga Sidoarjo dan SH (36 th), warga Jombang, keduanya berperan sebagai pencari kendaraan.

Selain itu, polisi juga mengamankan DI (40th), warga Surabaya dan M (45th), keduanya warga Surabaya dan berperan sebagai pengepul serta PA (43th), warga Surabaya yang berperan sebagai pembuat dokumen ekspor

Selain menangkap lima tersangka, polisi juga berhasil mengamankan barang bukti sebanyak 76 unit kendaraan bermotor roda dua berbagai merk, 7 unit kendaraan roda empat jenis pick up, 3 unit dump truk, 5 unit ponsel, 2 unit laptop, dan 25 Kontainer.

“Ini pengungkapan kasus penjualan kendaraan roda empat dan dua (curian) ke luar negeri,” kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko dihadapan awak media.

Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jatim, AKBP Nasrun Pasaribu menuturkan, kasus itu diungkap pada Januari 2021 lalu. Para tersangka sudah beraksi sejak tahun 2017.

Ratusan kendaraan yang dijual oleh tersangka ke Timor Leste merupakan hasil tindak pidana, seperti hasil curian atau hasil kredit yang sengaja tidak dibayar, lalu digelapkan dengan dijual ke pihak lain.

Sebelum diekspor, kendaraan roda dua dan roda empat yang diperoleh tersangka disimpan di gudang di Jalan Greges Nomor 61 Kota Surabaya.

Selanjutnya, komplotan pengepul kendaraan bermotor bodong ini mengirim ke Timor Leste melalui jalur laut.

“Setiap bulannya selalu ada (motor) yang dikirim (tersangka) ke Timor Leste,” ujar AKBP Nasrun Pasaribu.

Lebih lanjut AKBP Nasrun Pasaribu menjelaskan, tersangka mengirim kendaraan-kendaraan bodong itu dua kali dalam sebulan dan jumlahnya sesuai permintaan, bisa sepuluh sampai lima belas unit.

Untuk motor rata-rata bandrol dengan harga Rp7 juta per unit. Kendaraan itu kemudian diterima oleh jaringan tersangka yang di Timor Leste.

“Salah satu tersangka pernah kerja di Timor Leste sehingga punya jaringan di sana,” lanjut Nasrun.

Sesampainya di Timor Leste, kendaraan bodong tersebut diganti dengan dokumen yang diduga palsu, menyesuaikan aturan di negara Timor Leste.

“Di Timor Leste sudah ada penampungnya atau penyandang dananya. Kendaraan dari Indonesia yang hanya ada STNK, di sana diubah semua dan yang tidak ada dibuatkan (dokumen kendaraan),” Ungkapnya.

Akibat ulahnya, Para tersangka dijerat dengan Pasal 481 KUHPidana Subsider Pasal 480 KUHP Juncto 55 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama tujuh tahun penjara.

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button