Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Jatim Bongkar Prostitusi Anak Dibawah Umur

Surabaya – Jajaran penyidik unit IV Subdit V/Cyber Ditreskrimsus Polda Jatim berhasil mengungkap sindikat prostitusi online yang melibatkan anak dibawah umur mulai dari usia 14 tahun sampai 16 tahun.

Untuk mendapatkan korban, tersangka ini merekrut beberapa anak dibawah umur juga sebagai reseller, dimana rata-rata mereka yang direkrut ini masih pelajar SMP/SMA, dan nantinya ditawarkan melalui media sosial (WA) dan juga (Facebook).

Dari pengungkapan kasus ini, petugas berhasil mengamankan satu orang tersangka berinisial OS, (38) warga Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Dalam keterangan rilisnya, Wakapolda Jatim Brigjend Pol Slamet Hadi menjelaskan bahwa dalam modusnya, tersangka OS ini membuka sewa kos harian, namun ini hanya sebagai kedok tersangka untuk melancarkan bisnis prostitusi online yang dijalankan.

Wakapolda Jatim juga menyebutkan bahwa tersangka merekrut para reseller yang bertugas untuk menawarkan jasa sewa kamar dan juga menyiapkan korban serta pelanggan, mereka akan diberi bonus oleh tersangka OS jika mereka bisa mendapatkan korban.

“Tersangka ini juga menyuruh para reseller untuk membuat akun facebook palsu kemudian bergabung di group ‘Info Kost & Kontrakan Area Mojokerto’ dan group ‘Kost & Kontrakan Area Mojokerto’,” kata Brigjen Pol Slamet Hadi, Senin (01/02).

Ditambahkan, ketika ada calon penyewa kamar yang meminta info di group Facebook teraebut, reseller akan mengkomentari di kolom komentar dengan ‘inbox’ (Facebook Messenger)

Jika telah ada keaepakatan, percakapan akan beralih ke WhatsApp. Selanjutnya reseller menghubungi tersangka OS yang kemudian tersangka akan mengirimi reseller nominasi wanita panggilan beserta tarif dan nomor WhatsApp nya.

Selain itu, tarif atau harga sewa untuk kamar kost bertarif Rp. 50 rb per 5 jam dan untuk tarif wanita panggilan yang ditawarkan di prostitusi online ini sekitar 250 sampai 600 ribu, namun ada juga yang sampai 1 juta rupiah.

Dari hasil ungkap kasus prostitusi online ini, petugas berhasil mengamankan barang bukti 4 (empat) buah handphone beserta simcard nya.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat dengan UU RI No. 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan/atau Pasal 296 KUHP, Pasal 27 ayat (1) jo Pasal 45 ayat (1) UU ITE dengan ancaman hukuman 6 tahun dan/atau denda satu Miliar Jo pasal 296 KUHP dengan ancaman penjara satu tahun empat bulan.

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button